Sejarah Masuknya Agama Islam Ke Indonesia


Islam di Indonesia berkembang dengan pesatnya, awalnya islam dibawa dan disebarkan oleh kalangan pedagang orang Arab, Persia, dan India. Islam di Indonesia pada awalnya masuk antara abad ke-1  Hijriah atau pada abad ke-7 masehi dan abad ke-13 Masehi. Agama Islam masuk ke indonesia melalui proses para pedagang yang dilakukan oleh para pedagang Islam. Selain itu agama Islam menyebar melalui budaya masyarakat dan agama ini perlahan-perlahan menyebar dan maruk kuat para masyarakat Indonesia dan menggeser ajaran agama-agama sebelumnya.

Sejarah Islam Indonesia

Dalam sejarah Islam, dakwah adalah suatu kewajiban kepada setiap orang yang menganut agama Islam. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat An-Nahl ayat 125 yang artinya : “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang yang mendapat petunjuk”.

Dari masud arti ayat Al-Qura’n diatas menjelaskan bahwa kita harus menyebarkan ajaran Islam (Agama Allah) dengan baik dan secara damai serta membantah apa-apa yang dilarang secara baik dan damai pula.

Selain masuknya Islam melalui proses perdagangan ada juga melalui perkawinan dan hubungan sosial. Beberapa faktor yang mendorong terjadinya proses perkawinan antara para pendatang muslim dan wanita setempat, antara lain adalah bahwa Islam tidak membedakan status sosial, apakah orang kaya atupun orang miskin atau juga orang biasa dan orang bangsawan. Dari pandangan masyarakat pribumi, lebih-lebih bagi mereka yang beraga hindu dan mengenal perbedaan status sosial atas dasar pembagian kasta, hal ini lebih mendorong mereka untuk memeluk agam Islam yang tidak mengenal kasta. Selain itu agama islam menyebar dengan cara melalui perintah rajanya yang telah masuk Islam dan karena hal itu Islam menyebar dengan pesatnya di Indonesia.

Pada waktu itu, Islam sangat ramai dengan berkembangnya perdagangan antara Jazirah Arab, Teluk Persia, India, Selat, Malaka, dan Kepulauan Indonesia pada abad ke-7 sampai ke-15 Masehi. Para pedagang muslim internasional tampak selalu didampingi oleh para guru pengembara. Dengan dukungan para penguasa, para pedagang dan guru-guru pengembara muslim tersebut beperan sebagai pelaku ekonomi dan juru dakwah yang diperkenalkan Islam ke masyarakat lokal dan setempat.

Para pedagang yang berasal dari negeri jauh mereka diberi tempat oleh penguasa setempat sehingga membentuk suatu komunitas yang sering disebut dengan perkampungan "Pakojan", yaitu kampung khusus para pedagang muslim. Dibeberapa kota lama toponim "Pakojan" masih bisa disaksikan dibekas kota Banten, Semarang, Jakarta, dan beberapa kota lama lainnya. Disamping melakukan perdagangan, pedagang muslim yang datang ke Indonesia juga menyampaikan ajaran Islam kepada penduduk sekitar dan setempat.


No comments:

Sebelum menuliskan komentar, Anda harus baca syarat dibawah ini :
1. Tidak diperbolehkan menaruh link aktif,
2. Tidak boleh ada unsur huru hara dan pornograpi,
3. Jika membuat spam, komentar Anda akan dihapus, dan
4. Silahkan bertanya dan berbagi pikiran dengan kalimat yang baik dan membangun.

AK NEW SITE. Powered by Blogger.